SELAMAT DATANG di ZONA BLOG ini.

Silahkan di follow kalau kiranya blog ini cukup menarik buat anda. salam sukses.. dandy

Kamis, 07 April 2011

Manusia dan penderitaan

2. pengertian siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang timbullah penderitaan. Siksaan yang dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari banyak terjadi dan banyak dibaca diberbagai media massa. Berita mengenai siksaan kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah harian ibu kota / koran, dihalaman pertama isinya sebagian besar adalah mengenai siksaan, pemerkosaan, perampokan, pembunuhan, dan lain-lain.siksaan yang sifatnya psikis misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan.
Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil. Misalnya bimbang apakah ia akan pergi atau tidak, maka saat itu ia akan merasa tersiksa pada saat itu, bagi yang lemah berpikirnya.
Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia berada dalam lingkungan orang ramai.
Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkanseseotang mengalami siksaan batin. Bila ketakutan itu dibesar-besarkan maka disebut phobia. Penyebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan antara lain;
a. Claustrophobia dan agoraphobia
Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup.
Agoraphobia adalah ketakutan yang disebabkan seseorang berada ditempat terbuka.
b. Gamang merupakan ketakutan yang disebabkan bila seseorang berada ditempat yang tinggi. Misalnya seseorang melewati jembatan yang sempit kemudian dibawahnya air yang mengalir, sehingga akan timbul ketegangan pada diri seseorang tersebut.
c. Kegelapan merupakan suatu ketakutan bila ia berada ditempat yang gelap. Sebab ada dalam pemikirannya yang akan muncul ialah setan, pencuri. Orang yang demikian menghendaki agar ruangan tempat tidurnya selalu dinyalakan lampu yang terang.
d. Kesakitan merupakan ketakuta yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami. Seseorang yang takut diinjeksi atau disuntik sudah berteriak-teriak sebelum jarum injeksi atau jarum suntik ditusukkan ketubuhnya. Hal itu disebabkan karena dalam pikirannya semuanya akan menimbulkan rasa kesakitan.
e. Kegagalan merupakan ketakutan dari seseorang yang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan. Misal; seseorang yang patah hati, dan tidak mudah untuk bercinta kembali. Karena takut kegagalan dalam bercinta menimpa dirinya kembali.
Studi kasus; dalam materi yang dibahas kali ini tidak ada yang mesti dan terlalu dipermasalahkan dalam materi kali ini karena siksaan juga merupakan bagian dari penderitaan atau risiko dalam menjalani kehidupan ini. Perasaan yang muncul dari diri sendiri yang nantinya kita merasa tersiksa dengan semua itu. Umumnya yang terkena ini adalah siksaan batin atau rohani. Sedangkan yang mendapat siksaan jasmani atau fisik seringkali terjadi oleh majikan kepada pembantunya(pembantu rumah tangga), oleh pemimpin kepada bawahannya.
Opini; Bahwa kita sebagai manusia harus segera bertobat apabila ada ke tidakseimbangan dalam menjalani hidup.
Sumber : Seri diktat kuliah MKDU ilmu budaya dasar widyo nugroho dan achmad muchji UNIVERSITAS GUNADARMA

Manusia dan penderitaan


1. Pengertian penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita. Sedangkan kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra, artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin. Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan beritngkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Peranan individu juga menentukan berat tidaknya intensitas penderitaaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula penderitaan merupakan suatu energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan risiko hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yan gkadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan diri dariNya. Untuk itu manusia telah diberikan tanda sebelumnya, tanda demikian dapat berupa mimpi sebagai pemunculan rasa tidak sadar dari manusia waktu tidur, atau mengetahui melalui membaca koran tentang terjadinya penderitaan. Manusia sebagai homo religius kepadanya tuhan telah memberikan banyak kelebihan dibandingkan dengan mahkluk ciptaannya yang lain. Sekarang tergantung kepada manusia itu sendiri dalam menyikapinya, mampukah manusia mengedalikan dirinya? Bagi manusia yang tebal imannya musibah yang dialaminya akan cepat dapat menyadarkan dirinya untuk bertobat kepadaNya dan bersikap pasrah akan nasib yang ditentukan tuhan atas dirinya. Kepasrahan karena yakin bahwa kekuasaan tuhan memang lebih kecil dari dirinya, akan membuat manusia merskan dirinya kecil dan menerima takdir. Dalam kepasrahan demikianlah akan diperoleh suatu kedamaian dalam hatinya, sehingga secara berangsur akan berkurang penderitaan yang dialaminya, untuk akhirnya masih dapat bersyukur bahwa tuhan tidak memberikan cobaanyang lebih berat dari yang dialaminya.

Baik dalam Al Qur’an maupun kitab suci agam lainnya banyak surat dan ayat yang menguraikan tentang penderitaanyang dialami oleh manusia atau berisi peringatan bagi manusiaakan adanya penderitaan. Tetapi seringkali umumnya manusia kurang memperhatikan peringatan tersebut, sehingga manusia mengalami penderitaan.

Berbagai macam kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan. Penderitaan fisik yang dialami oleh manusia tentulah tentulah diatasi secara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya. Sedangkan penderitaan psikis, penyembuhannya terletak pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang dihadapinya. Para ahli lebih banyak membantu saja. Sekali lagi semuanya itu merupakan risiko karena seseorang mau hidup. Sehingga enak atau tidak enak, bahagia atau sengsara merupakan dua sisi atau masalah yang wajib diatasi.

Studi kasus; tidak ada yang mesti dan terlalu dipermasalahkan dalam materi kali ini karena penderitaan merupakan risiko seseorang dalam menjalani kehidupan didunia atau dimuka bumi ini. hanya yang mesti kita prihatinkan adalah masalah pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, dan lain-lain. Untuk menghindarinya tetaplah waspada, dan untuk mencegahnya hanya dapat dilakukan dengan kesadaran sipelaku itu sendiri.

Opini; Lebih sering berbuat sadar diri dengan apa yang akan atau yang kita lakukan saatt ini, agar semua nya bisa terpikikirkan dan tidak merugikan diri sendiri.

Sumber : Seri diktat kuliah MKDU ilmu budaya dasar widyo nugroho dan achmad muchji UNIVERSITAS GUNADARMA

HEAD LINE NEWS CREATIVE BY DANDY'S Blog | ILMU DIHASILKAN DARI KEMAUAN MEMBACA